Kepada siang yang berganti malam
Ku titipkan salam
Kepada pematang yang mendadak kelam
Ku berbisik
Kepada kurir yang kelelahan
Ku tunjukkan satu kata
Kepada semut yang bersalaman
Ku beriak pelan
Kepada daun yang gugur
Ku mendekap halus
Kepada awan yang bararak perlahan
Ku berkata dengan nada
Kepada sang surya yang garang
Ku menengadah
Dan aku berucap
Samar diantara bisikan dan desahan
Mengalun menyayat pilu tak tahu akan menepi
Aku bersimpuh tak berdiri memohon pada Illahi
Mereka menjadi saksi tak berdayanya
Pohon melambai seakan menerka
Selalu dan hanya selalu meminta
Banyak lalai yang lenyap bagai hembusan angin
Yang berbekas barang secuil ini.
Egadiez
Rabu, 03 Agustus 2011
IMM
Pertemuan ini untuk cerita
Tuk perjuangan, tuk da’wah, tuk Islam
Tuk Agama, tuk bangsa, tuk ukhuwah
Merah kita sama
Langkah maju tak kenal lelah
Mengharap satu sebuah janji nanti
Ridho-Mu dan Surga-Mu
Ukhuwah suci kan tetap terpatri
Bersama ini tak terperi
Ukhuwah ini cahaya, bak mentari pagi
Tak lelah menyinari
Kita mengukir cerita dalam nada
Dikala pagi dan senja
Bersama..
Tuk perjuangan, tuk da’wah, tuk Islam
Tuk Agama, tuk bangsa, tuk ukhuwah
Merah kita sama
Langkah maju tak kenal lelah
Mengharap satu sebuah janji nanti
Ridho-Mu dan Surga-Mu
Ukhuwah suci kan tetap terpatri
Bersama ini tak terperi
Ukhuwah ini cahaya, bak mentari pagi
Tak lelah menyinari
Kita mengukir cerita dalam nada
Dikala pagi dan senja
Bersama..
Melodi Bulan Suci
Bingkai ketenangan menyongsong kembali
Menatap senyum rembulan menari
di antara pelangi
Ramadhan menyambut remang damai
dalam hati
obor pagi beriring gebug membahana
menyambut bersama embun mendayu
bangkitkan dari lelah raga
hanya tuk satu melodi
sahur..
sahur..
sahur..
kata Tuhanku seribu bulan kan tergapai disini
khusus tuk hamba yang tak lelah mecarinya
maghfirah..
bulan ini..
ramadhan mengiringi menuju hari yang fithri
Ya Tuhanku,, yang tak henti mengucuri rizki
Hapuskan tumpukan noda kelam
Yang tak henti mengotori hari
Hanya tuk dapat memakai putih dan kilau
Di hari kembali
Menatap senyum rembulan menari
di antara pelangi
Ramadhan menyambut remang damai
dalam hati
obor pagi beriring gebug membahana
menyambut bersama embun mendayu
bangkitkan dari lelah raga
hanya tuk satu melodi
sahur..
sahur..
sahur..
kata Tuhanku seribu bulan kan tergapai disini
khusus tuk hamba yang tak lelah mecarinya
maghfirah..
bulan ini..
ramadhan mengiringi menuju hari yang fithri
Ya Tuhanku,, yang tak henti mengucuri rizki
Hapuskan tumpukan noda kelam
Yang tak henti mengotori hari
Hanya tuk dapat memakai putih dan kilau
Di hari kembali
AKU
Aku melangkah
Aku menapak
Aku mengendap
Aku merayap
Aku melata
Aku mengais
Dan
Berlari
Tak kembali
Kepingan
Ini
Suci
Hitam merayap, galau menerjang , Mengukir asa pada tangkai yang lunglai
Mencoba berdamai, menggapai
Permadani…jemputlah jasadku menuju mahligai kesejukan dawai
Aku menapak
Aku mengendap
Aku merayap
Aku melata
Aku mengais
Dan
Berlari
Tak kembali
Kepingan
Ini
Suci
Hitam merayap, galau menerjang , Mengukir asa pada tangkai yang lunglai
Mencoba berdamai, menggapai
Permadani…jemputlah jasadku menuju mahligai kesejukan dawai
HARAP INI
Ingin ku berlari dan mengejar mentari
Tanpa ada yang menghalangi
Bermelodi..
Sendiri..
Ya Tuhan kami…
Kapan ku dapat menangkap pelangi ?????
Bermimpi pun ku tak berani
Hanya menata dalam hati
Tanpa ada yang menghalangi
Bermelodi..
Sendiri..
Ya Tuhan kami…
Kapan ku dapat menangkap pelangi ?????
Bermimpi pun ku tak berani
Hanya menata dalam hati
MELODI DAWAI HATI
Hati ini terpaut
Lagi…
Pada pelangi yang mewangi
Kau.. bagai gemerlap Kristal dalam gelap malam
Meski cahyamu tak menyilaukan namun kau indah dalam remang
Bolehku menoreh harapmu??
Hanya harap, tak lebih
Mata ini pun ingin menambah kabut
Dalam redup remang pagi ini,
Kabut yang melukis indah siluetmu
Bisa apa aku ???
Jika semua ini bukanlah mau ku ?!?!
Aq mencari di satu persimpangan jalan yang sulit ku tempuh…..
Jika ingin bernada
Kata ini pun melayang bersama alunan
Menari pun di awang-awang
Untukmu..
Semua hanya untukmu..
Tak ada yg merasa
Q menatap,
Lagi…
Pada pelangi yang mewangi
Kau.. bagai gemerlap Kristal dalam gelap malam
Meski cahyamu tak menyilaukan namun kau indah dalam remang
Bolehku menoreh harapmu??
Hanya harap, tak lebih
Mata ini pun ingin menambah kabut
Dalam redup remang pagi ini,
Kabut yang melukis indah siluetmu
Bisa apa aku ???
Jika semua ini bukanlah mau ku ?!?!
Aq mencari di satu persimpangan jalan yang sulit ku tempuh…..
Jika ingin bernada
Kata ini pun melayang bersama alunan
Menari pun di awang-awang
Untukmu..
Semua hanya untukmu..
Tak ada yg merasa
Q menatap,
Langganan:
Postingan (Atom)